Pagi ini saya buka facebook dan menemukan catatan perjalanan *cieh* seorang akhwat tentang pengalamannya selama menjadi panitia Tabligh Akbar "Indahnya Persaudaraan" 15 Juni kemarin. Jadi terinspirasi untuk juga menulis pengalamanku pribadi..*ikut2an hihihi
Akhwat tersebut memang luar biasa menurut saya -masyaAllah-. Saya suka membaca setiap postingannya karena setiap postingannya selalu menarik dan terdapat ilmu di dalamnya. MasyaAllah.. Baarakallaahu fiyk ukhty.. ^^
Okeh, langsung saja ya..pengalaman saya selama seharian menjadi anggota panitia akhwat pada Tabligh Akbar "Indahnya Persaudaraan"..
Jadi sehari sebelumnya (14 Juni 2014), saya memang sudah janjian dengan Ummu Yasin (kak Ana Ayumi) untuk berangkat bareng. Saat sms-an dengan Ummu Yasin itu, tiba-tiba saya teringat dengan tabligh akbar perdana, yang saya ikuti beberapa bulan sebelumnya. Tabligh akbar oleh Ustadz Dzulqornain -hafizhahullah- di tempat yang sama dengan tema "Semua Tentang Cinta". Mengapa saya menyebutnya "Tabligh Akbar Perdana"? Bukan karena tabligh akbar ini merupakan tabligh akbar perdana yang diselenggarakan oleh Salafy, tapi tabligh akbar tersebut merupakan tabligh akbar perdana yang saya ikuti setelah terjatuh dalam kejahiliyahan dan alhamdulillah mendapatkan hidayah untuk mempelajari ilmu diyn. Saya jadi teringat, waktu itu pagi-pagi pas hari-H, saya janjian dengan ukht Nunu yang sebenarnya belum pernah saya bertemu dengannya. Berawal dari sms, akhirnya kami menjadi berteman dan akrab. Kami janjian ketemuan di jalan dan berangkat bersama waktu itu. Tapi kali ini...Ukht Nunu sudah walimah pekan lalu..ya sudahlah..mungkin ukht Nunu bakal berangkat bersama suaminya hiks *ehh* hehehe. Awalnya saya berencana berangkat sendiri, tapi alhamdulillah ditawarkan sama Ummu Yasin untuk berangkat bareng. Tabligh akbar lalu, saya berangkatnya sama Ukht Nunu, Tabligh akbar kali ini berangkat bareng Ummu Yasin, semoga Tabligh akbar selanjutnya berangkatnya sudah bareng kekasih halal aamiin... hehehhe *eits kok ceritanya jadi melenceng??*
Hhm...kita naik pete-pete bareng, turun di sebuah lorong -kemudian langsung memakai scraft untuk menutupi wajah kami- dan berjalan di sepanjang lorong tersebut hingga tiba di pekarangan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar sekitaran pukul 10.00 pagi. Lumayan banget capek dan keringatnya. Tapi tidak apa-apa, skalian olahraga.. Pas sampai di pekarangan masjid, ternyata masih sepi oleh ikhwan-akhwat. Yang banyak malah masyarakat awwam yang berolahraga di sekitaran gerbang masuk pekarangan masjid. Kami langsung menuju tangga sebelah kanan yang memang oleh panitia dijadikan sebagai tangga naik khusus akhwat-ummahat. Sesampainya di lantai 2,5 (antara lantai 2 dan 3, di tangga), kami bertemu akhwat yang juga panitia. Karena penasaran ada apa di lantai 3, kenapa para akhwat belum naik, saya dan Ummu Yasin beserta seorang ummahat naik ke lantai 3. Dan ternyata hijabnya belum dipasang. Pantas..hehehe. Akhirnya saya kembali turun dan bergabung bersama panitia akhwat yang lain.
Setelah panitia lumayan banyak, kami pun naik ke lantai 3. HIjabnya belum selesai dipasang. Terpaksa kami para panitia akhwat berkumpul di ujung atas tangga lantai 3 di belakang tiang masjid kemudian membicarakan banyak hal mengenai persiapan dauroh sebentar. Setelah hijab selesai dipasang, kami pun menyebar menuju "tempat tugas" masing-masing. Kebetulan saya ditugaskan menjaga di bagian tangga sebelah kiri masjid. Saya cuma berdua dengan Ukht Soraya yang bertugas disana. Awalnya kami mengira akhwat-ummahat bakal jarang yang lewat sana karena memang peserta dauroh dari lantai 1 sudah diarahkan ke tangga sebelah kanan. Tapi ternyata akhwat-ummahat-anak2 lumayan banyak yang lewat tangga sini. Dan ternyata, anak-anak lebih banyak yang minat buat bermain-main di sekitaran tangga ini. Help Us....
*bersambung...