Sabtu, 29 Maret 2014

NUGGET :')

Alhamdulillah!
Siang ini tidak bisa tidur nih..kepikiran terus sama nugget super yummy super cantik dan anti gagal yang barusan selesai saya buat. Dia itu cantiiikkk sekali. Sayangnya dia masih harus mengalami masa pembekuan, belum bisa berbuat apa-apa. Memikirkannya saya jadi tidak bisa tidur. Apakah dia akan baik-baik saja? Hmm...ingin segera melihatnya keluar dari pembekuan dan melihatnya tersenyum kembali. Ngawur hehe

Okkey, jadi ceritanya tadi itu saya habis bikin nugget ayam super yummy, dan resepnya itu ternyata gampaaangg bangett. Beda jaauuhh sama Resep Nugget Gagal yang tempo hari bikin galau sampai-sampai saya sebarkan di facebook. Huh! Nugget yang ini, betul-betul mantap! Bentuknya itu mirip sama yang dijual di supermarket. Dan istimewanya nugget ini, karena nugget ini dibuat oleh saya.. Hihihih

Tadi sempat senyum-senyum terus pas liat nuggetnya sebelum masuk freezer. Akhirnya saya bisa membuatnya!! ^-^

Penasaran semudah apa resepnya? Cekidot..

Siapkan wadah yang agak besar, masukkan 4 butir telur + 1 sdt garam halus + 1 sdt merica bubuk + 6 siung bawang merah yang telah dihaluskan + 6 siung bawang putih yang telah dihaluskan + 500 gr Daging ayam mentah yang telah digiling atau dicincang + 200 gr Tepung Roti halus.
Aduk-aduk adonannya hingga tercampur rata. Kalau sudah tercampur rata, ambil loyang, alasi plastik bening, masukkan semua adonan ke loyang. Kukus selama 20 menit.
Setelah dikukus, keluarkan dari loyang, tunggu agak dingin dulu. Lalu potong-potong sesuai selera (kalau saya bikin yang bentuk stick).
Kocok lepas 3 butir telur, dan siapkan juga 100 gr Tepung Roti kasar. Kedua bahan ini digunakan untuk membalut nugget.
Ambil potongan nugget satu per satu, celupkan ke dalam kocokan telur, lalu guling-gulingkan pada Tepung Roti Kasar. Tata dalam wadah yang ada penutupnya. Jika semua nugget sudah dibalut dengan tepung roti, tutup wadahnya dan masukkan ke dalam freezer agar tepung rotinya melengket.

Daann...tadaaa!!
Ini dia Nugget Spesial Super Yummy Super Cantik dan Anti Gagal..



Malamnya langsung dicoba digoreng. Daannn ini dia hasilnya... :')




Alhamdulillah....cantik kan? Rasanya?? Jangan ditanya,, enaak sekali... ^_^
Silakan dicoba resepnya..

Rabu, 26 Maret 2014

#NoteToMyself

Terimalah nasehat dan kebenaran itu, walaupun tidak sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan..karena memang hawa nafsu tidak boleh selalu diikuti..Mungkin saja ini salah satu wujud dari "kesabaran dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla". ‪#‎NTMS‬

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

LARUT DLM KESEDIHAN???
ingatlah nasehat ustadz umar as sewed....

”BAGAIMANA SAYA DI AKHIRAT NANTI???”

apa hakekat penciptaan kita di dunia ini?
Ingat rukun iman yg ke-6 :mengimani takdir yg baik dan takdir yg buruk...jadi,manusia tinggal menjalaninya...setelah berikhtiar.

Ridho dan ikhlas---->itu memang sulit .namun kita hrs sllu belajar utk itu dan jangan lupa senjata org mukmin~~>mintalah pertolongan dr Allaah melalui..DOA...ya...sekali lagi DOA..ya saudariku.

Kalian akhwat salafiyyah pengenggam bara api..sabar dan tawakallah.
^^senyum..lah ukhty..dan ingat yg terpenting..bagaimana saya di akhirat nanti??

#Copas Status  Ummu Abdillah Al Indunisy

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 21 Maret 2014

NASEHAT

Bismillaah...
Mari kembali menasehati diri sendiri agar kita kembali mengingat dan flash back, bagaimana perbuatan dan perkataan kita selama ini.
Ada beberapa kalimat yang terlintas di dalam pikiran ini, dan saya merasa ada baiknya saya tulis agar saya tidak lupa dan suatu saat ketika saya khilaf, saya bisa kembali membacanya, sebagai teguran untuk saya sendiri.
Bismillaah...
Sudah banyak artikel, banyak ceramah, dan banyak status-status di facebook yang selalu menasehati kita untuk menjauhi cinta yang keliru. Salah satunya bisa dibaca dan didengarkan pada postingan sebelumnya.
Iya, cinta yang keliru. Cinta yang tidak didasari oleh pernikahan. Cinta yang tidak didasari oleh rasa takut kepada Allah. Cinta yang belum diperbolehkan, belum halal untuk diumbar-umbarkan. Selayaknya, sebagai seorang muslimah, kita bisa menahan diri dari cinta yang seperti ini. Tapi kadang kita khilaf, badai hawa nafsu terlalu kencang sementara kita terlalu lemah dalam membentenginya. Ya Allah....astaghfirullah...
Maka kita harus selalu menasehati diri sendiri.
Perbanyak ilmu dalam melawan hal seperti ini. Jangan sampai kita terhanyut dalam kenikmatan sesaat.
Jangan mau menukarkan pemuasan keinginan dan hawa nafsu berupa kesenangan semu dan fana, dengan kenikmatan abadi ketika kita menaati perintah Allah Azza wa Jalla.
Jangan sampai perkataan dan angan-angan melampaui fakta dan kenyataan.
Perkataan dan angan-angannya seperti telah menganggap bahwa dia sudah halal, karena saking dekatnya. Sedangkan fakta dan kenyataannya? Dia masih lelaki ajnabi..
Ingatlah....dia atau mereka adalah lelaki ajnabi..yang bisa saja terfitnah oleh kita wanita..
Jangan sampai karena sudah merasa dekat, akhirnya malah kelewat batas.
Dan akhirnya siapa yang rugi? Semua rugi. Allah mungkin saja tidak menyukai apa yang telah kita lakukan. Dan kerugian terbesar adalah ketika Allah memurkai apa yang kita lakukan..
Sedikit teringat dengan kutipan ceramah Ust. Dzulqarnain beberapa waktu lalu tentang cinta keliru. Beliau hafizhahullah mengatakan, "Sekarang dia mengejar sesuatu. Sesuatu itu belum tentu ia dapatkan. Kalaupun dia dapatkan, belum tentu dia akan bahagia bersamanya. Tapi dalam mendapatkannya, dia sudah menempuh berbagai maksiat. Maka apa yang harus ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala?"
MasyaAllah....nasehat yang sangat bagus.
Betul sekali, sekarang ini banyak pemuda-pemudi yang seakan-akan orang yang dikejarnya adalah tujuan akhirnya. Melakukan ini, melakukan itu, semua agar disukai oleh orang yang menjadi targetnya. Berbagai maksiat dilakukan, karena mungkin takut kehilangan. Sementara, kehilangan terbesar adalah kehilangan ridho Allah atas apa yang telah kita lakukan. Hal yang harus dikejar adalah ridho Allah. Belum tentu ketika kita mendapatkan orang yang kita kejar, lantas mutlak bahwa kita akan bahagia bersamanya. Bisa jadi karena Allah melihat terlalu banyak maksiat yang telah dilakukan untuk tujuan tersebut, sehingga Allah menegur kita. Jadi apa yang kita bisa lakukan? Ingatlah, Allah bisa membolak-balikkan hati manusia. Dan lagi, hati-hatilah terhadap syirik. Bisa saja hal ini termasuk dalam kategori syirik yang terselubung.
Saya juga teringat kutipan status salah satu fanspage di facebook, bahwa:
Jodoh itu gak bakal kemana-mana.
Kalau bukan jodoh, pasti kemana-mana.
Jangan pernah mendahului Allah dengan berkeyakinan bahwa Seseorang adalah jodoh kita, sebelum akad suci itu tiba.
Karena Allah Maha Pembolak-balik hati.
Segala sesuatu bisa saja terjadi.
Maka janganlah berbuka sebelum waktunya.
Jangan memanen sebelum masanya.
Dan jangan merasa memiliki apa yang belum menjadi hak kita.
Bisa diibaratkan sekarang ini kita sedang berpuasa. Nikmatilah puasa ini dengan banyak menimba ilmu syar'i. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, mumpung masih sempat. Karena akan tiba saatnya, ketika masa ini berlalu. Kesempatan ini berlalu. Ketika kita tidak sendiri lagi. Sudah punya kewajiban yang harus ditunaikan. Sudah ada orang yang kita harus berbakti padanya (selain orangtua kita). Dan mungkin akan segera tiba saatnya ketika kita juga sudah punya anak-anak yang dirawat, dibesarkan, dididik. Memang, pada saat membayangkan masa itu, kita pasti tersenyum dan ingin segera merasakannya. Tapi bersabarlah..sudah ada waktu yang disiapkan oleh Allah untuk masa tersebut. Mungkin saja masih beberapa bulan lagi, atau mungkin sudah dekat. Perihal dengan siapa, kapan, dimana, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh.. tidak ada yang bisa mengubahnya. Allah Azza wa Jalla telah menetapkannya.
Harapan dan berharap itu boleh.. Tapi jangan sampai harapan membius kita sehingga melewati batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Ikutilah aturan, insyaAllah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meridhoi. Semoga..
Jangan khawatir soal jodoh, karena dia tidak mungkin lari, dia tidak mungkin tertukar. Allah sudah mengaturnya.

Dan ingatlah ini baik-baik:
Jika kita mencintai seseorang, janganlah kita menjadi ladang fitnah baginya, yang dapat menjerumuskannya ke dalam maksiat, dan dapat mendorongnya ke neraka...
Tapi jadilah pendukung dalam ketaatannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dengan menjauhi hal2 yg membuatnya terfitnah. Semoga Allah juga mencintai orang yang mencintai seseorang karenaNya. Aamiin.
Subhanakallaahumma wabihamdik. Asyhadu Allaa ilaaha ilaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayk.

INGATLAH..

Bismillah walhamdulillah, ash-sholatu wassalamu 'ala Rosulillah.

kawan...

sengaja kugoreskan rangkai kata ini, sebagai ungkapan cinta kita, cinta karena Allah Ta'ala, cinta yang berporos dari hati ke hati, terlahir dari ketaatanmu pada Robb yang menguasai langit dan bumi...

ثلاث من كن فيه وجد طعم الإيمان من كان يحب المرء لا يحبه إلا لله

kawan...

kuwasiatkan pada diri, juga untukmu, kawan....
wasiat tuk memperbanyak bekal kembali kekampung halaman yang abadi,
menjaga diri dari segala yang dilarang tuk dilakoni,
berusaha menunaikan perintah hingga maut menghampiri,

وتزودوا...فإن خير الزاد التقوى

kawan...

izinkan daku tuk mengingatkan...
bahwa semua yang pernah kita perbuat akan diminta pertanggung jawaban...

tak ada satu pun yang akan terlewatkan...

mata..telinga..tangan..kaki..lisan...hati apa yang tlah dilakukan...???

إن السمع و البصر و الفؤاد كل ألئك كان عنه مسئولا

termasuk dalam kancah dunia maya ini, kawan...
semua yang kita saksikan, status yang kita tulis, komentar yg kita lontar, akan dihisab dihadapan Robb Yang Maha Adil lagi Maha Teliti,,,
segalanya tersingkap dengan nyata, takkan ada yg tersembunyi,,,
beruntung lah orang-orang yg beruntung, dan merugilah orang-orang yg merugi,,,

(فأما من أوتي كتابه بيمينه فسوف يحاسب حسابا يسيرا)
(وأما من أوتي كتابه بشماله فيقول يا ليتني لم أوت كتابيه)

dengan begitu, berhati-hati lah dalam menoreh status,
pilih kata-kata yg halus,
tinggalkan kalimat ketus,
jika tidak, maka diam lebih bagus,

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت

ingat kawan...seorang muslim belum dikatakan sepenuhnya beriman sampai saudara-saudaranya selamat dari lisan dan tangannya...

oleh sebab itu, status/komentar yg kita tulis pastikan ianya selamat dari menyakiti orang lain, menghina, mencela, dan lain sebagainya...

المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده

******
Kalau kita cermati lebih jauh, maka sebuah tulisan ibarat lisan tak berbunyi, yang terbentuk dari jari jemari...

Maka ia lebih berbahaya dari tusukan lisan, serta lebih menyakitkan dari tonjokan tangan...

Betapa banyak hati yang hancur karena sayatan sepotong kalimat tak berperasaan...

Cacian,makian, dapat diketahui banyak orang, yaa...sedikit banyak menampakkan jati diri yang mengatakan...

Kedustaan dapat dipoles menyerupai kejujuran...

Aib yang semestinya tersembunyi, nampak jelas oleh tulisan...

Disisi lain, tulisan yg dihiasi keikhlasan, akan menambah berat timbangan amal perbuatan, merubah gelap menjadi terang benderang, tangis menjadi senyuman, yang tiada serasa berada dihadapan...

Berbahagialah orang-orang yang memiliki kehati-hatian, dalam lisan, tangan, dan tulisan...

إن في التأني السلامة و في العجلة الندامة

sekian, kawan...
wa aakhiru da'waana walhamdulillahirobbil 'alamiin...
______________________________________________
terinspirasi dari Syeikhuna 'Abdul Muhsin al-'Abaad-hafidzohullah- ketika mensyarah Shohih Muslim (kitabul iman)...
ditulis dikedingan malam yang panjang, 21/2/1435 H...

via sdr. Ibnu Hilmy

Senin, 10 Maret 2014

10 WASIAT MEMPERKUAT HAFALAN DAN MENGOBATI LUPA

Oleh: Ust. Dzulqarnain M. Sunusi -Hafizhahullah-

Berikut poin-poin yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dzulqarnain -Hafizhahullah- dalam pembahasan mengenai 10 wasiat memperkuat hafalan dan mengobati lupa. Tapi sebelumnya, ustadz menyampaikan bagaimana pentingnya kita menghafal ilmu. Berikut pembahasannya:
  • Al-Qur'an disimpan dalam bentuk mushaf agar mudah dibaca dan mudah menghafalnya.
  • Hafalan seseorang terhadap ilmu yang menjadi ukuran bagaimana pemahaman seseorang terhadap ilmu tersebut.
  • "Ilmuku selalu bersamaku. Dimanapun aku pergi, Ia akan selalu bersamaku." Ilmu dianggap 'ilmu' jika ilmu tersebut mengikuti kita, ada bersama kita. Bukan di kitab.
  • Ilmu bukanlah apa yang tersimpan di lemari. Ilmu itu tersimpan di dalam dada. Perhiasan yang sangat istimewa dan kadar yang sangat tinggi adalah ilmu.
  • Hafalan yang terpuji adalah hafalan yang bermanfaat, yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
  • Hafalan jangan hanya sekedar hafalan, tapi HARUS diamalkan.
  • Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat dan kitab yang dimilki. Ilmu itu adalah siapa yang mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah walaupun sedikit riwayat dan kitabnya.
  • Hafalan yang tercela selain yang tidak diamalkan adalah dia menghafal tapi tidak tahu apa yang dia hafal. Pemahaman-pemahamannya keliru. Hafalan itu harus disertai dengan pemahaman yang benar.
  • Secara umum, apabila seseorang diberi taufiq oleh Allah Azza wa Jalla, maka ia akan mudah menghafalnya.
Selanjutnya,ustadz menyampaikan 10 wasiat bagaimana memperkuat hafalan dan mengobati lupa, berikut wasiatnya:

Yang Pertama,
Selalu mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala, selalu berdzikir kepadaNya dan mengulangi hal tersebut. 
Ini adalah sebab yang sangat kuat sehingga banyak hafalannya dan sedikit lupanya.
Mengingat Allah Azza wa Jalla dengan 2 hal:
  1. Dia selalu memperbaharui niatnya. Dia ikhlaskan niatnya hanya untuk Allah, dan selalu memperbaruinya. Kadang niat awal karena Allah, tiba-tiba di tengah jalan niatnya berubah menjadi untuk dihormati atau tidak mau dikalahkan oleh temannya. Maka niatnya harus diperbarui. Hanya karena Allah, untuk Allah, dan untuk agama Allah.
  2. Memperhatikan wirid-wirid dan dzikir-dzikir harian, baik yang wajib maupun yang mutlak. Menjaga dzikir setelah shalat, menghayatinya, dan merenungi maknanya. Siapa yang selalu mengingat Allah, maka Allah juga akan mengingatnya.
Mengapa mengingat Allah dapat memperkuat hafalan? Sebab:
  1. Kalau dia banyak berdzikir kepada Allah, maka dia akan semakin dekat dengan Allah. Jika dekat dengan Allah, syaithon akan menjauh. Syaithon ini yang banyak membuat manusia lupa. Bahaya orang yang lupa dengan dzikir yaitu dia akan diikutkan dengan syaithon dan syaithon ini akan menjadi kawannya. Naudzubillahi min dzalik.
  2. Karena dzikir adalah sebab pokok yang membuat jiwa hamba tenang, sejuk.. Menghafal di waktu shubuh dan bacaan di akhir malam beda rasanya dengan menghafal dan membaca di siang hari. Allah tidak menjadikan seseorang ada dua hati di dalam dadanya. Jadi, fokuslah dulu pada sesuatu.
  3. Karena dengan dzikir, seseorang juga memperoleh kekuatan badan dan kekuatan hati. Istighfar adalah bentuk dari dzikir. Istighfar dan taubat adalah sebab bertambahnya kekuatan badan. Contohnya adalah kisah Fathimah Radhiyallahu anha, ketika mendatangi Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam dan bertanya tentang pekerjaan rumah tangganya yang sangat banyak, maka Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam menyuruhnya untuk berdzikir sebelum tidur, yaitu dengan tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. Hal ini lebih utama.
Wasiat yang kedua,
Menjauh dari dosa dan Maksiat.
Menjauh dari dosa dan maksiat karena hati kadang dimasuki oleh kegelapan. Ibnu Mas'ud berkata:
"Saya menyangka seorang laki-laki itu lupa pada ilmu karena sebuah dosa yang dia lakukan."
As-Salaf mengatakan:
"Haram terhadap hati yang hati ini di dalamnya ada perkara yang dibenci oleh Allah. Haram baginya cahaya masuk kepadanya."
Bertaubat dari dosa dan menjauh dari dosa adalah perkara yang penting bagi penuntut ilmu.
"Wahai oranh-orang yang beriman, jika engkau bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan furqon kepadamu."
Furqon adalah kemampuan seseorang untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Salah satu tips untuk istiqomah adalah menjauhi dosa dan maksiat dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Apabila engkau ingin mendapatkan ilmu itu, maka jangan lakukan maksiat!

Wasiat yang Ketiga,
Beramal dengan ilmu yang telah dipelajari.
Pentingnya beramal dengan ilmu untuk menguatkan hafalan yaitu:

  1. Karena seseorang yang beramal dengan ilmu akan ditambahkan karunia untuknya. Akan diajarkan lagi ilmu yang sebelumnya tidak diketahuinya. Kata sebagian As-Salaf, "Siapa yang beramal dengan ilmu yang dipelajari maka Allah akan menambahkan ilmu kepada orang tersebut." Suatu amalan, tidak sah tanpa ilmu. Salah satu dari 3 golongan yang paling pertama dipanggang di api neraka adalah orang yang punya ilmu, tapi tidak mengamalkannya. Ilmu yang tidak bermanfaat itu ada dua macam, yaitu 1) Ilmu yang memang tidak ada manfaatnya untuk manusia, misalnya ilmu sihir, 2) Ilmu yang tidak diamalkan.
  2. Seorang setiap kali dia menghafal kemudian dia mengamalkannya, maka ilmu itu akan terus melekat pada dirinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya, Andaikata mereka mengamalkan apa yang dinasehatkan kepada mereka, andaikata mereka mengamalkan ilmu maka itu yang terbaik untuk mereka. Dan yang paling menguatkan kedudukannya adalah dengan mengamalkan ilmu. Selain daripada itu, kalau dia sudah amalkan, akan Kami beri pahala yang besar dan Kami antar dia kepada hidayah, kepada jalan petunjuk, jalan yang lurus. Jadi, faedah dari ayat tersebut ada dua, yaitu 1) Menambah keteguhan, dan kekokohan seorang hamba. Ketika dia menghafalnya atau ketika dia mengamalkan ilmunya, 2) Allah Azza wa Jalla akan ajarkan untuknya ilmu yang sebelumnya tidak dia ketahui.
Jadi begitulah para ulama, semangat mereka dalam mengamalkan ilmu sehingga dibukakan bagi mereka pintu-pintu kebaikan yang sangat banyak.
Disebut oleh Al-Imam Sufyan Ats-Tsaury -Rahimahullah- bahwa:
Ilmu itu berbisik, berbicara, "Ayo amalkan saya! Amalkan saya!" Kalau si pemiliki ilmu mengamalkannya, menjawab bisikannya, maka ia akan tetap bersamanya. Kalau tidak, ia akan pergi. Ilmunya akan pergi."
Sebagian dari As-Salaf berkata:
Kami meminta pertolongan untuk menghafal hadits dengan mengamalkan hadits tersebut.
Seorang penuntut ilmu bukan kerjanya hanya duduk, belajar saja, ta'lim saja, tapi kelihatan dari kehidupannya ibadah-ibadah. Ada shalat sunnahnya, ada shalat malamnya, ada shalat dhuhanya, shalat sesudah wudhunya, ada puasanya, dan sebagainya. Sebab ilmu perlu diamalkan.
Para ulama, semakin tua mereka, semakin sibuk dengan ilmu. Sebab memang tabiat ilmu seperti itu. Seseorang jika mengamalkan ilmunya maka Allah akan bukakan untuknya ilmu yang sebelumnya tidak dia ketahui. Akan dibuat kecintaannya kepada ilmu tidak pernah habis, terus berkembang.

Wasiat Keempat,
Melatih Ingatan.
Hafalan, apalagi dalam ilmu agama, itu adalah cahaya dari Allah Ta'ala. Biasakan melatih diri untuk terbiasa menghafal. Dia tidak terikat dengan apa yang dia tulis atau rekam. Sebab kalau terbiasa merekam, secara kejiwaan melatih untuk malas. Ulama terdahulu hanya mendengar hadits satu kali, dan dia langsung menghafalnya. Seseorang kalau mau menghafal, dimulai dengan nash yang ringan dan singkat, kemudian bertahap, yang agak panjang lagi, dan seterusnya hingga terbiasa menghafal hadits-hadits yang panjang. Latihan dan terus latihan. Harus pasang target dengan standar waktu, bukan jumlah atau banyaknya yang dihafal. Dan akan lebih mudah lagi jika kita berada di lingkungan penghafal. Di Yaman, orang yang pekerjaannya pembuat roti hafal Al-Qur'an, padahal setiap hari dia sibuk membuat roti. Maka kita akan malu jika tidak menghafalnya juga. Kita akan punya kecintaan terhadap orang yang suka menghafal di sekitar kita.

Wasiat Kelima,
Menulis Apa yang Dia Hafal.
Menulis, menulis, lagi, dan lagi berulang-ulang hingga hafalannya kuat. Rasululullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Ikatlah ilmu itu dengan menulisnya". Kata ulama, "Ilmu itu adalah hewan buruan, dan penulisan adalah yang mengikat hewan buruan. Jika telah didapatkan ilmunya, maka ikatlah dengan tali yang kuat, yaitu penulisan."
Ada sebuah trik menghafal Al-Qur'an yang bagus, yaitu seorang anak misalnya, dia menghafal Al-Qur'an dan tidak diberikan mushaf kepadanya. Dia hanya diberikan papan. Papan tersebut untuk menulis apa yang dia hafal. Diizinkan untuk melihat mushaf, tapi hanya satu kali. Hanya untuk melihat apa yang harus dia hafalkan. Kemudian dia menulis yang harus dia hafal pada papan tersebut. Tapi trik ini tidak harus dipraktekkan untuk semua orang karena kadang ada juga orang yang baru bisa menghafal jika melihat tulisan.

Wasiat Keenam,
Mudzakarah (Selalu Mengulangi Ilmu).
Metodenya ada dua macam, yaitu:

  1. Mengulangi dengan orang lain. Misalkan seseorang punya hafalan. Maka dia mencari guru untuk membimbingnya menghafal. Atau mencari orang dekat yang bisa membantu program menghafalnya.
  2. Mengulangi dengan dirinya sendiri. Misalkan dengan membuat Majelis Tahdid. Majelis yang gurunya hanya memperdengarkan riwayat kemudian dia menghafalnya sendiri.
Wasiat Ketujuh,
Menceritakan Apa yang Dia Hafal.
Misalkan dia hafal sebuah hadits, kemudian dia bertemu dengan temannya, maka ia menceritakan tentang hadits tersebut. Atau bisa juga dengan tebak-tebakan hadits dengan temannya. Kalau bertemu dengan teman, sebaiknya menceritakan tentang hadits. Membicarakan sebuah hadits lalu berpencar atau langsung pulang lebih baik daripada ceritanya ngalur ngidul tidak jelas. Ini kebiasaan bagus, hafalannya juga terjaga masyaAllah.

Wasiat Kedelapan,
Pandai Mengikat Hafalannya dengan Sesuatu.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan, "Ya Allah, berilah hidayah dan kelurusan kepadaku. Dan sebutlah engkau meminta kelurusan itu seperti lurusnya anak panah. Dia harus lurus. Karena kalau bengkok sedikit, maka sasarannya tidak akan tepat."
Agar mudah mengingat, kaitkan hafalan dengan sebuah moment atau istilah. Misalnya di pembahasan huruf-huruf depan di fiil mudhari' yang bisa dipakai yaitu huruf nun, alif, ya, dan ta. Bagaimana cara mudah mengingat empat huruf itu? Caranya disingkat dalam kalimat "na ayta". Atau misal huruf qalqalah, disingkat dengan "ba ju di to ko"

Wasiat Kesembilan,
Terkait Masalah Makanan yang Dimakan.
Ada jenis-jenis makanan yang membantu hafalan, misalnya:
  • Madu
  • Kismis (bukan anggur, karena anggur bikin ngantuk)
  • Luban (ada di Tanah Haram, bentuknya bulat, kayak batu, kalau digigit kayak permen karet, dan rasanya pahit) ini bagus untuk menghafal.
  • Meminum air zam zam
Kiat yang lain yaitu dengan mencium bau harum. Kemudian ada buah yang kurang bagus menurut para ulama, yaitu buah apel mentah. Buah ini kurang bagus untuk dikonsumsi jika ingin menghafal. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, susu bisa mewakili makanan dan minuman.

Wasiat Kesepuluh.
Kepandaian di dalam Mengatur Waktu.
Apalagi bagi pemula. Misalkan sekarang dia punya waktu 2 jam sedangkan banyak yang mau dihafal. Caranya yaitu Al-Qur'an dia bagi menjadi 7 bagian dan dalam sepekan dia khatam baca Al-Qur'an. Metodenya disingkat dalam kaidah Fa Miy Bi Syaw Qin (Mulutku selalu rindu membacanya).
  • Fa ---> Al-Fatihah
  • Mim ---> Al-Maidah
  • Ya ---> Surah Yunus
  • Ba ---> Bani Israil (Al-Isra')
  • Syin ---> Asy-Syuara'
  • Wa ---> Washshoffat
  • Qaf ---> Surah Qaf
Jadi pada hari pertama, dia membaca Al-Fatihah hingga Al-Maidah, kemudian hari berikutnya dari Al-Maidah hingga Surah Yunus, dan seterusnya hingga hari ke tujuh, dia membaca Surah Qaf hingga An-Nas.

Demikian sedikit catatan dari ceramah Al-Ustadz Dzulqarnain mengenai 10 wasiat memperkuat hafalan dan mengobati lupa. Bagi yang mau dengar kajiannya, silakan didownload di sini. Semoga Allah senantiasa memberikan cahaya hidayahnya kepada kita semua agar selalu menuntut ilmu, menaati semua perintahNya dan menjauhi laranganNya, untuk selalu menjadi baik di mataNya agar kelak kita dimasukkan ke surgaNya. Aamiin. Semoga bermanfaat..