Sabtu, 26 April 2014

Pengingat Diri dan Lainnya

Wahai Saudaraku..

Tidak ada gunanya Anda mempertontonkan kesholehan Anda di hadapan Manusia..

Sementara, tatkala Anda bersendirian..

Anda mempertontonkan kebejadan Anda di hadapan Allah Subhanahu waTa'ala 
dengan melakukan berbagai maksiat..

Tahukah Anda hakikat dari Taqwa..??

Taqwa adalah gabungan antara kesucian hati & amalan zhohir..
Dan orang yang mempertontonkan amalan zhohir di hadapan Manusia...
Sedangkan hatinya kotor...
Maka ia adalah orang Munafik..

Wahai Saudaraku..
Janganlah Anda yakin, bahwa diri-diri kita sudah Sholeh..

Apakah Anda tahu..
Bahwa Shalat kita, Shadaqah kita, Amal Ibadah kita diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala...?

Dan apakah Anda tahu..
Bahwa maksiat yang pernah Anda lakukan sudah mendapatkan Ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala...?

Adakah Anda tahu..
Bahwa Taubat yang Anda laksanakan sudah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala...?

Oleh krna itu..
Tdk ada jaminan bahwa Amal Ibadah yang sudah kita lakukan..

Taubat yang sudah kita laksanakan..
Semuanya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala..

Wahai saudaraku..
Janganlah kita tinggalkan di penghujung shalat kita..

Berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan do'a yang diajarkan oleh Nabi kita Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepada Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'Anhu :

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

"Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri-Mu & ibadah kepada-Mu dengan baik".

Penulis:

Ust. Maududi Abdullah, Lc. , Alumnus Universitas Islam Madinah Saudi Arabia.

*Al-Ilmu 362..

Penghambat Sukses dan Resep agar Sukses

7 Penghambat Anak Muda untuk Sukses
1. Kemalasan yang dituruti
2. Kegagalan yang diratapi
3. Keputusasaan yang diikuti
4. Kecanduan yang digemari
5. Kesia-siaan yang menjangkiti
6. Kesalahan bergaul yang mencemari
7. Keinginan dipuji dan dicintai
7 Resep Anak Muda untuk Sukses
1. Allah slalu dihati
2. Semangat meraih prestasi
3. Fokus pada cita dan orientasi
4. Belajar mandiri
5. Slalu mengembangkan diri
6. Orang tua dihormati dan dicintai
7. Belajar menghargai dan berbagi
SUBHANALLAH
"Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu-waktu yang sudah ALLAH berikan untuk kita, dekat dengan ibadah kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
Aamiin

Rabu, 23 April 2014

8 Sifat Wanita Terbaik

Daripada menuntut terus persamaan gender, mending setiap wanita berusaha memiliki 8 sifat wanita terbaik berikut ini.
1- Menutup Aurat
Wanita terbaik itu menutup auratnya. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, menurut pendapat terkuat di antara pendapat para ulama.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman
,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31).
2- Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syar’i
Wanita yang menjadi idaman sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil Al Qur’an dan As Sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).
Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”
Syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat: Tidak diberi wewangian atau parfum.
Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَعَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”.(HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.
3- Betah Tinggal di Rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, “Mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?” Jawaban beliau, “Aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “Demi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh semoga Allah ridha kepadanya.
Ibnul ‘Arabi bercerita, “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya”.
Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”
“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.” Beliau juga berkata, “Bila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz (pembangkangan), bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan siksa.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 281)
4- Memiliki Sifat Malu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.)
Kriteria ini juga semestinya ada pada setiap wanita. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (23) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24)
“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (QS. Qashash: 23-24).
Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!
Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil Musa ‘alaihis salaam; Allah melanjutkan firman-Nya,
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.‘” (QS. Al Qashash : 25)
Ayat yang mulia ini,menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan bersifat malu. Allah menyifati gadis wanita yang mulia ini dengan cara jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.
Amirul Mukminin Umar bin Khoththob rodiyallohu ‘anhu mengatakan, “Gadis itu menemui Musa ‘alaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat, menutupi wajahnya.” Sanad riwayat ini shahih.
5- Taat dan Menyenangkan Hati Suami
Istri yang taat pada suami, senang dipandang dan tidak membangkang yang membuat suami benci, itulah sebaik-baik wanita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Begitu pula tempat seorang wanita di surga ataukah di neraka dilihat dari sikapnya terhadap suaminya, apakah ia taat ataukah durhaka.
Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)
6- Menjaga Kehormatan, Anak dan Harta Suami
Allah Ta’ala berfirman,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34).
Ath Thobari mengatakan dalam kitab tafsirnya (6: 692), “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”
7- Bersyukur dengan Pemberian Suami
Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan suaminya kepadanya. Bila tidak, si istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah Ta’ala.
Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Lihatlah bagaimana kekufuran si wanita cuma karena melihat kekurangan suami sekali saja, padahal banyak kebaikan lainnya yang diberi. Hujan setahun seakan-akan terhapus dengan kemarau sehari.
8- Berdandan dan Berhias Diri Hanya Spesial untuk Suami
Sebagian istri saat ini di hadapan suami bergaya seperti tentara, berbau arang (alias: dapur) dan jarang mau berhias diri. Namun ketika keluar rumah, ia keluar bagai bidadari. Ini sungguh terbalik. Seharusnya di dalam rumah, ia berusaha menyenangkan suami. Demikianlah yang dinamakan sebaik-baik wanita.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Semoga bermanfaat bagi setiap wanita. Moga Allah memberi taufik untuk mengamalkannya.

Disusun di Panggang, Gunungkidul, 21 Jumadats Tsaniyyah 1435 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 29 Maret 2014

NUGGET :')

Alhamdulillah!
Siang ini tidak bisa tidur nih..kepikiran terus sama nugget super yummy super cantik dan anti gagal yang barusan selesai saya buat. Dia itu cantiiikkk sekali. Sayangnya dia masih harus mengalami masa pembekuan, belum bisa berbuat apa-apa. Memikirkannya saya jadi tidak bisa tidur. Apakah dia akan baik-baik saja? Hmm...ingin segera melihatnya keluar dari pembekuan dan melihatnya tersenyum kembali. Ngawur hehe

Okkey, jadi ceritanya tadi itu saya habis bikin nugget ayam super yummy, dan resepnya itu ternyata gampaaangg bangett. Beda jaauuhh sama Resep Nugget Gagal yang tempo hari bikin galau sampai-sampai saya sebarkan di facebook. Huh! Nugget yang ini, betul-betul mantap! Bentuknya itu mirip sama yang dijual di supermarket. Dan istimewanya nugget ini, karena nugget ini dibuat oleh saya.. Hihihih

Tadi sempat senyum-senyum terus pas liat nuggetnya sebelum masuk freezer. Akhirnya saya bisa membuatnya!! ^-^

Penasaran semudah apa resepnya? Cekidot..

Siapkan wadah yang agak besar, masukkan 4 butir telur + 1 sdt garam halus + 1 sdt merica bubuk + 6 siung bawang merah yang telah dihaluskan + 6 siung bawang putih yang telah dihaluskan + 500 gr Daging ayam mentah yang telah digiling atau dicincang + 200 gr Tepung Roti halus.
Aduk-aduk adonannya hingga tercampur rata. Kalau sudah tercampur rata, ambil loyang, alasi plastik bening, masukkan semua adonan ke loyang. Kukus selama 20 menit.
Setelah dikukus, keluarkan dari loyang, tunggu agak dingin dulu. Lalu potong-potong sesuai selera (kalau saya bikin yang bentuk stick).
Kocok lepas 3 butir telur, dan siapkan juga 100 gr Tepung Roti kasar. Kedua bahan ini digunakan untuk membalut nugget.
Ambil potongan nugget satu per satu, celupkan ke dalam kocokan telur, lalu guling-gulingkan pada Tepung Roti Kasar. Tata dalam wadah yang ada penutupnya. Jika semua nugget sudah dibalut dengan tepung roti, tutup wadahnya dan masukkan ke dalam freezer agar tepung rotinya melengket.

Daann...tadaaa!!
Ini dia Nugget Spesial Super Yummy Super Cantik dan Anti Gagal..



Malamnya langsung dicoba digoreng. Daannn ini dia hasilnya... :')




Alhamdulillah....cantik kan? Rasanya?? Jangan ditanya,, enaak sekali... ^_^
Silakan dicoba resepnya..

Rabu, 26 Maret 2014

#NoteToMyself

Terimalah nasehat dan kebenaran itu, walaupun tidak sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan..karena memang hawa nafsu tidak boleh selalu diikuti..Mungkin saja ini salah satu wujud dari "kesabaran dalam ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla". ‪#‎NTMS‬

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

LARUT DLM KESEDIHAN???
ingatlah nasehat ustadz umar as sewed....

”BAGAIMANA SAYA DI AKHIRAT NANTI???”

apa hakekat penciptaan kita di dunia ini?
Ingat rukun iman yg ke-6 :mengimani takdir yg baik dan takdir yg buruk...jadi,manusia tinggal menjalaninya...setelah berikhtiar.

Ridho dan ikhlas---->itu memang sulit .namun kita hrs sllu belajar utk itu dan jangan lupa senjata org mukmin~~>mintalah pertolongan dr Allaah melalui..DOA...ya...sekali lagi DOA..ya saudariku.

Kalian akhwat salafiyyah pengenggam bara api..sabar dan tawakallah.
^^senyum..lah ukhty..dan ingat yg terpenting..bagaimana saya di akhirat nanti??

#Copas Status  Ummu Abdillah Al Indunisy

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 21 Maret 2014

NASEHAT

Bismillaah...
Mari kembali menasehati diri sendiri agar kita kembali mengingat dan flash back, bagaimana perbuatan dan perkataan kita selama ini.
Ada beberapa kalimat yang terlintas di dalam pikiran ini, dan saya merasa ada baiknya saya tulis agar saya tidak lupa dan suatu saat ketika saya khilaf, saya bisa kembali membacanya, sebagai teguran untuk saya sendiri.
Bismillaah...
Sudah banyak artikel, banyak ceramah, dan banyak status-status di facebook yang selalu menasehati kita untuk menjauhi cinta yang keliru. Salah satunya bisa dibaca dan didengarkan pada postingan sebelumnya.
Iya, cinta yang keliru. Cinta yang tidak didasari oleh pernikahan. Cinta yang tidak didasari oleh rasa takut kepada Allah. Cinta yang belum diperbolehkan, belum halal untuk diumbar-umbarkan. Selayaknya, sebagai seorang muslimah, kita bisa menahan diri dari cinta yang seperti ini. Tapi kadang kita khilaf, badai hawa nafsu terlalu kencang sementara kita terlalu lemah dalam membentenginya. Ya Allah....astaghfirullah...
Maka kita harus selalu menasehati diri sendiri.
Perbanyak ilmu dalam melawan hal seperti ini. Jangan sampai kita terhanyut dalam kenikmatan sesaat.
Jangan mau menukarkan pemuasan keinginan dan hawa nafsu berupa kesenangan semu dan fana, dengan kenikmatan abadi ketika kita menaati perintah Allah Azza wa Jalla.
Jangan sampai perkataan dan angan-angan melampaui fakta dan kenyataan.
Perkataan dan angan-angannya seperti telah menganggap bahwa dia sudah halal, karena saking dekatnya. Sedangkan fakta dan kenyataannya? Dia masih lelaki ajnabi..
Ingatlah....dia atau mereka adalah lelaki ajnabi..yang bisa saja terfitnah oleh kita wanita..
Jangan sampai karena sudah merasa dekat, akhirnya malah kelewat batas.
Dan akhirnya siapa yang rugi? Semua rugi. Allah mungkin saja tidak menyukai apa yang telah kita lakukan. Dan kerugian terbesar adalah ketika Allah memurkai apa yang kita lakukan..
Sedikit teringat dengan kutipan ceramah Ust. Dzulqarnain beberapa waktu lalu tentang cinta keliru. Beliau hafizhahullah mengatakan, "Sekarang dia mengejar sesuatu. Sesuatu itu belum tentu ia dapatkan. Kalaupun dia dapatkan, belum tentu dia akan bahagia bersamanya. Tapi dalam mendapatkannya, dia sudah menempuh berbagai maksiat. Maka apa yang harus ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala?"
MasyaAllah....nasehat yang sangat bagus.
Betul sekali, sekarang ini banyak pemuda-pemudi yang seakan-akan orang yang dikejarnya adalah tujuan akhirnya. Melakukan ini, melakukan itu, semua agar disukai oleh orang yang menjadi targetnya. Berbagai maksiat dilakukan, karena mungkin takut kehilangan. Sementara, kehilangan terbesar adalah kehilangan ridho Allah atas apa yang telah kita lakukan. Hal yang harus dikejar adalah ridho Allah. Belum tentu ketika kita mendapatkan orang yang kita kejar, lantas mutlak bahwa kita akan bahagia bersamanya. Bisa jadi karena Allah melihat terlalu banyak maksiat yang telah dilakukan untuk tujuan tersebut, sehingga Allah menegur kita. Jadi apa yang kita bisa lakukan? Ingatlah, Allah bisa membolak-balikkan hati manusia. Dan lagi, hati-hatilah terhadap syirik. Bisa saja hal ini termasuk dalam kategori syirik yang terselubung.
Saya juga teringat kutipan status salah satu fanspage di facebook, bahwa:
Jodoh itu gak bakal kemana-mana.
Kalau bukan jodoh, pasti kemana-mana.
Jangan pernah mendahului Allah dengan berkeyakinan bahwa Seseorang adalah jodoh kita, sebelum akad suci itu tiba.
Karena Allah Maha Pembolak-balik hati.
Segala sesuatu bisa saja terjadi.
Maka janganlah berbuka sebelum waktunya.
Jangan memanen sebelum masanya.
Dan jangan merasa memiliki apa yang belum menjadi hak kita.
Bisa diibaratkan sekarang ini kita sedang berpuasa. Nikmatilah puasa ini dengan banyak menimba ilmu syar'i. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, mumpung masih sempat. Karena akan tiba saatnya, ketika masa ini berlalu. Kesempatan ini berlalu. Ketika kita tidak sendiri lagi. Sudah punya kewajiban yang harus ditunaikan. Sudah ada orang yang kita harus berbakti padanya (selain orangtua kita). Dan mungkin akan segera tiba saatnya ketika kita juga sudah punya anak-anak yang dirawat, dibesarkan, dididik. Memang, pada saat membayangkan masa itu, kita pasti tersenyum dan ingin segera merasakannya. Tapi bersabarlah..sudah ada waktu yang disiapkan oleh Allah untuk masa tersebut. Mungkin saja masih beberapa bulan lagi, atau mungkin sudah dekat. Perihal dengan siapa, kapan, dimana, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh.. tidak ada yang bisa mengubahnya. Allah Azza wa Jalla telah menetapkannya.
Harapan dan berharap itu boleh.. Tapi jangan sampai harapan membius kita sehingga melewati batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Ikutilah aturan, insyaAllah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meridhoi. Semoga..
Jangan khawatir soal jodoh, karena dia tidak mungkin lari, dia tidak mungkin tertukar. Allah sudah mengaturnya.

Dan ingatlah ini baik-baik:
Jika kita mencintai seseorang, janganlah kita menjadi ladang fitnah baginya, yang dapat menjerumuskannya ke dalam maksiat, dan dapat mendorongnya ke neraka...
Tapi jadilah pendukung dalam ketaatannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dengan menjauhi hal2 yg membuatnya terfitnah. Semoga Allah juga mencintai orang yang mencintai seseorang karenaNya. Aamiin.
Subhanakallaahumma wabihamdik. Asyhadu Allaa ilaaha ilaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayk.

INGATLAH..

Bismillah walhamdulillah, ash-sholatu wassalamu 'ala Rosulillah.

kawan...

sengaja kugoreskan rangkai kata ini, sebagai ungkapan cinta kita, cinta karena Allah Ta'ala, cinta yang berporos dari hati ke hati, terlahir dari ketaatanmu pada Robb yang menguasai langit dan bumi...

ثلاث من كن فيه وجد طعم الإيمان من كان يحب المرء لا يحبه إلا لله

kawan...

kuwasiatkan pada diri, juga untukmu, kawan....
wasiat tuk memperbanyak bekal kembali kekampung halaman yang abadi,
menjaga diri dari segala yang dilarang tuk dilakoni,
berusaha menunaikan perintah hingga maut menghampiri,

وتزودوا...فإن خير الزاد التقوى

kawan...

izinkan daku tuk mengingatkan...
bahwa semua yang pernah kita perbuat akan diminta pertanggung jawaban...

tak ada satu pun yang akan terlewatkan...

mata..telinga..tangan..kaki..lisan...hati apa yang tlah dilakukan...???

إن السمع و البصر و الفؤاد كل ألئك كان عنه مسئولا

termasuk dalam kancah dunia maya ini, kawan...
semua yang kita saksikan, status yang kita tulis, komentar yg kita lontar, akan dihisab dihadapan Robb Yang Maha Adil lagi Maha Teliti,,,
segalanya tersingkap dengan nyata, takkan ada yg tersembunyi,,,
beruntung lah orang-orang yg beruntung, dan merugilah orang-orang yg merugi,,,

(فأما من أوتي كتابه بيمينه فسوف يحاسب حسابا يسيرا)
(وأما من أوتي كتابه بشماله فيقول يا ليتني لم أوت كتابيه)

dengan begitu, berhati-hati lah dalam menoreh status,
pilih kata-kata yg halus,
tinggalkan kalimat ketus,
jika tidak, maka diam lebih bagus,

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت

ingat kawan...seorang muslim belum dikatakan sepenuhnya beriman sampai saudara-saudaranya selamat dari lisan dan tangannya...

oleh sebab itu, status/komentar yg kita tulis pastikan ianya selamat dari menyakiti orang lain, menghina, mencela, dan lain sebagainya...

المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده

******
Kalau kita cermati lebih jauh, maka sebuah tulisan ibarat lisan tak berbunyi, yang terbentuk dari jari jemari...

Maka ia lebih berbahaya dari tusukan lisan, serta lebih menyakitkan dari tonjokan tangan...

Betapa banyak hati yang hancur karena sayatan sepotong kalimat tak berperasaan...

Cacian,makian, dapat diketahui banyak orang, yaa...sedikit banyak menampakkan jati diri yang mengatakan...

Kedustaan dapat dipoles menyerupai kejujuran...

Aib yang semestinya tersembunyi, nampak jelas oleh tulisan...

Disisi lain, tulisan yg dihiasi keikhlasan, akan menambah berat timbangan amal perbuatan, merubah gelap menjadi terang benderang, tangis menjadi senyuman, yang tiada serasa berada dihadapan...

Berbahagialah orang-orang yang memiliki kehati-hatian, dalam lisan, tangan, dan tulisan...

إن في التأني السلامة و في العجلة الندامة

sekian, kawan...
wa aakhiru da'waana walhamdulillahirobbil 'alamiin...
______________________________________________
terinspirasi dari Syeikhuna 'Abdul Muhsin al-'Abaad-hafidzohullah- ketika mensyarah Shohih Muslim (kitabul iman)...
ditulis dikedingan malam yang panjang, 21/2/1435 H...

via sdr. Ibnu Hilmy