Rabu, 01 Januari 2014

Sebuah Renungan Tahun Baru

Bismillah...

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru,bahkan ternyata itu adalah budaya sangat kuno,beberapa umat melakukannya. Perayaan itu, diantaranya hari raya Nairuz dalam kitab Al-qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun dan itu adalah awal tahun matahari.

Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi penyembh api, dikaitkan dalam sebagian Referensi bahwa pencetus pertamanya adalah Raja Jamsyad.

Ketika Nabi datang ke Madinah, beliau mendapati mereka bersenang-senang merayakannya dengan berbagai permainan.

Nabi berkata: Apa 2 hari ini? Mereka menjawab ''Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah"
Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya Allah mengganti untuk kalian 2 hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu Idul Adha dan Idul Fitri (HR.Abu Dawud).

yang dimaksud dua hari yang sebelumnya adalah hari Nairus dan Muhrojan.



Pada hadits sebelumnya telah dijelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menghapus perayaan Nairus & Muhrojan dan menggantinya dengan Idul Fitri dan Idul Adha.
Lalu, kenapa kaum muslimin menghidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah?
Kenyataannya justru tetap saja umat ini melanggar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
''Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: "Wahai Rasulullah, Yahudi dan Nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?" (HR. Bukhari Muslim dan lainnya).

Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahun baru?
Bukankah berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakang dengan ajaran agama?
Tentu kita semua sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya? Mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut?
Liang-liang lahat menunggu kita semua....

Gunakan hari-hari kita dalam ketaatan. Tak ada yang istimewa di malam tahun baru, tak ada satu hadits pun yang menyebutkan keutamaannya, tak usah sibuk melakukan acara khusus di tahun baru, bahkan sampai menunggu jam 12 malam. Sungguh orang-orang kafir akan tertawa melihat kita jika ikut berbahagia dengan hari raya mereka.
Ingatlah, kita punya syariat Islam yang jauh lebih baik!
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Kucukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Ku ridhoi Islam sebagai agamamu (Al-Maidah:3)" 

Barokallahu fikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar