Jumat, 03 Januari 2014

SERUAN UNTUK WANITA MUSLIMAH

Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian malas untuk mendengarnya, biar kusederhanakan saja, ini adalah sentuhan..

Sentuhan dari hatiku yang terdalam,
Sapaan dari hati kami, para lelaki yang mengagumi keindahan.
Semoga Allah melembutkan hati saudari, wahai calon bidadari yang dirahmati

Wahai calon-calon istri shalehah kebanggaan Islam..
Wahai kaum hawa yang di dadanya
Telah tumbuh tunas-tunas Iman.

Wahai muslimah yang hatinya bersenandung kerinduan.
Kerinduan untuk kembali ke sebuah kampung halaman (syurga)
Dimana Adam dan Istrinya Hawa dimuliakan..
Dalam hijab kedamaian

Damai..
Damailah wahai dawai hati
Jangan engkau ingkari atau berkata enggan kembali
Karena pasti.. yah, pasti kalian akan kembali.

Sungguh bait sederhana ini kutulis dari irisan hati, menanti
Menanti engkau kembali, antiiy (engkau saudariku).

Seruan ini kutulis dari hatiku
Biarkan syair kecilnya mengenali, menyapa, dan menggetarkanmu..
Tentu saja, kami tidak mengajak wanita-wanita pembangkang
Yang menolak cahaya agung Al Islam.
Kami tidak menyeru penghuni biara-biara kesesatan, atau
Wanita-wanita malam metropolitan
Kami juga tidak menyeru kepada hati yang telah keras membatu,
Lalu Allah mengunci mati semua pintunya..

Syair bebas ini memang untukmu, untukmu yang masih mendengar..
Kami tidak menyeru kepada mereka yang biasanya tertawa
Saat seruan berhijab/menutup aurat datang..
Biarkan saja mereka terus dilanda gelisah!
Hingga azab Allah mematahkan harapannya..
Semoga Hidayah Allah segera menyapanya..

Aku menyeru dengan kelembutan, hanya kepada hati-hati yang lembut..
Mencoba merayu dari sudut bisu,
Mengintip celah hidayah diantara hati hati yang resah
Sebelum keresahan itu pecah..menjadi amarah dan murka-Nya

Aku percaya hatimu lembut,
Selembut tutur bahasa, seteduh indah tatapan..

Aku pun tahu kalian sebenarnya iri..
Iyah, kalian begitu iri..

Kalian iri, terpesona saat melihat hamba Allah lain
Bersahaja dengan jilbabnya
Istiqamah dan di manja dengan kerudungnya..
Begitu mempesonakan mata dengan kebaya-nya

Jujurlah bahwa kalian gelisah..
Kami pun paham, betapa beratnya harga yang harus kalian tukar..
Memilih istiqamah saat semua mencela..
Menjadi baik saat kebaikan jadi bahan tertawaan.

Tapi, jangan berdusta..
Jangan katakan aku belum siap!
dirimu adalah islam/muslimah, dan berhaq atas kebahagiaannya
maka penuhilah haqmu kepada Allah
penuhi perintah-Nya

Saudariku,
jika seorang shaleh mencintaimu karena Allah,
Maka ia pun akan membencimu karena Allah..

Saudariku, jangan hiasi bibirmu dengan kemunafikan
Jangan lusuhi wajahmu dengan kata-kata; "kuingin jilbabi hatiku dulu"
Aku bosan dengan kata-kata itu! kami jenuh dengan kata-kata itu.

Tunggu..
Tunggu sebentar, jangan berhenti
Coba renungkanlah sejenak.
.
Sebentar saja, bayangkan..

Bayangkan dirimu yang cantik itu sedang berdiri gemetar
Di bibir jurang neraka..

Apakah kalian mengira malaikat Zabanniyyah akan tergoda,
Lalu mengurungkan niatnya untuk melemparkanmu keneraka???

Apakah kalian mengira lembar demi lembaran rambut kalian itu
Akan terbebas dari jilatan api neraka yang menyala-nyala..

Apakah kalian mengira keindahan leher yang kalian pertontonkan
Kepada kami itu akan kebal dengan api neraka..

Apakah kalian kira seindah lengan yang selalu cocok
Dengan segala mode itu akan tahan panas api neraka..

Apakah kalian kira betis indah kalian itu
Akan lepas dari jeratan panasnya api neraka...

Ingatlah tentang malaikat-malaikat pencatat yang setiap saat teliti dan
menulis setiap dosa-dosa yang terlupakan..
Saat kalian tak sadar aurat itu kami lihat?

Lupakanlah, neraka itu..
Jika kalian bosan mendengarnya.
Lupakan saja, seperti orang orang kafir yang melupakannya..

Sesungguhnya kami sangat takut..
Apakah kalian tidak kasihan kepada kami?
Renungkanlah pertanyaan ini; apakah benar,
kalian ingin mengajak kami ke neraka
Seperti pekerjaan harian iblis-iblis terlaknat itu?

Apakah kalian tidak sadar,..
Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu..
Kalian telah membantu proyek iblis mengikis habis iman kami,
menggoyah-goyahkan pilar-pilar Iman kami,
bahkan meruntuhkannya.

Istaghfiru/ minta ampunlah kpd Allah.
Apakah kalian tidak takut lagi Neraka?

Subhanallah..
Aku takut mendengarnya,
Maafkan aku, saudariku

Maafkan sekali lagi,
Sungguh aku membenci dirimu, diriku dan semua orang
Yang bergelimang dalam kesalahan. Mereka yang hanya bisa
Mencibir saat kebenaran itu diperdengarkan..

Tidak ada hitam di hatiku, Aduhai..
Aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi
Siksa neraka itu berat saudariku..

Aku ingin kalian pahami, bahwa kami ini sesungguhnya sangatlah lemah
Kami sangat teramat lemah..
Hati kami bisa gemetar saat kalian lewat di depan kami
Hati kami kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian
Kadang berdebar hebat saat bayangan keindahan itu
Melintasi benak kami.
Kami jujur, kami kadang membayangkannya berulang-ulang..
Bahkan mengganggu shalat kami.

Apalagi saat bentuk tubuh kalian itu sengaja disuguhkan
Dengan berbagai tatanan.
Kami pasti tidak bisa berkata-kata. Yah, begitulah kami..
Engkau pasti senang, mendengarnya..

Atau kalian sedang membisikan sesuatu?
Iyah kalian pasti ingin menyalahkan kami,
Kalian tidak salah, kalian adalah mahkota-mahkota terindah di bumi ini
Kudengar kalian juga calon calon bidadari penghuni syurga
Bahkan kudengar bidadari syurgapun iri kepadamu..

Aku ingin kalian menjadi bidadari itu,

Tapi, ingat di syurga itu bersih
Disana tidak ada bibir-bibir kotor yang pintar bersilat lidah
Disaat perintah (berjilbab) datang

Jangan berkata Kuingin Jilbabi hatiku dulu!!!
Karena hatimu tidak akan menggoda kami yang lemah ini...

Saudariku,
Hati kalian adalah urusan kalian..
Urusanmu dengan RABBmu

Katakan saja sesukamu
Katakan ku ingin jilbabi hatiku dulu..
Teruslah katakan begitu, jika kalian benar..

Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab yang baik.
Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu
Disaat hatimu mulai teduh

Semoga kata-kata pedas ini menyentuhmu,
Maafkan aku atas sesuatu yang menyayatmu
Semoga tetesan darah dari luka itu kelak menjadi saksi di akhirat

MENJADI SAKSI BAHWA HARI INI ADALAH PERUBAHAN!

Ini harus kami katakan, berulang..
Karena kami merindukan kalian; wahai wanita-wanita shalehah...
Kami merindukan kalian..

Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian
Jangan jadikan anugerah kecantikan itu menjadi fitnah

Semoga Allah melembutkan hatimu,
Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku,
Jika ada darah yang menetas disudut hatimu yang syahdu,
Silahkan persalahkan kami, cacilah tulisan ini..
Semoga engkau mengingatnya lebih lama

Agar hatimu tetap hangat
Agar hati itu tidak mati sebelum tiba kematian sesungguhnya

Agar kalian tidak lupa
Bahwa waktu demi waktu..
Menit demi menit..
Jam demi jam,
Hari demi hari dan..
Tahun demi tahun.. !
Saat kalian lupa atas jilbab kalian, ada dua malaikat pencatat
Yang tidak pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan.

Ketahuilah,
Malaikat Zabaniyyah itu tidaklah ramah.
Api neraka tidak pernah basa-basi

Tentu ku mengerti jika hati itu sakit, saat ini
Dan air garam hanya akan terasa sakit di atas kulit yang terdapat luka.
Air garam hanya akan menyayat kulit yang berpenyakit,
Insya Allah air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat....
Sederhana, hati itu memang tidak sehat,
Alias sakit.

Sungguh saudariku,
Inilah hukum Allah,
Dan kewajiban itu bukan paksaan.
Ia hanya sebuah pengkondisian, agar engkau menemui kenikmatan.

Ingatlah wahai saudari-saudariku tercinta.
Bahwasannya jika Allah ta'ala menjadikan Islam itu mudah,
Tidak berarti hal wajib bisa menjadi Sunnah...
Dan jika berjilbab itu wajib, maka itu adalah sebuah ketetapan
Yang harus diterima.
Dan bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis.. Hari demi hari..

Ku yakin tidak ada hati yang menolak,
Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..


"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata"
(Qs.Al Ahzab 35)

Tutuplah auratmu, sebelum kain kafan memaksamu
Untuk menutupinya..

Bagimu yang telah berjilbab
Berbahagialah dengan keteduhannya,
Semoga keistiqamahan menyertaimu saudariku..

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar"
(Al Ahzab 35)..


dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar