Tadi baru sempat mendengarkan kembali ceramah Tabligh Akbar "Semua Tentang Cinta" yang dibawakan oleh Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi -hafizhahullah- di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar pada 9 Februari 2014 kemarin. Ada sedikit catatan yang mungkin sebaiknya diperhatikan oleh kaum muslimin dan muslimat, ikhwah dan akhwat, suami dan istri, dan semua lapisan masyarakat, yaitu mengenai Cinta yang Keliru. Ini hanya sedikit kutipan dari ceramah Al-Ustadz.
Ciri-ciri cinta yang keliru adalah cinta tersebut diiringi dengan hawa nafsu dan perkara-perkara yang keluar dari aturan syariat-syariat Islam.Semua hubungan di luar hubungan pernikahan maka masuk ke dalam perilaku pelampauan batas. Cinta yang berlebihan, rindu yang berlebihan kepada orang yang tidak halal itu merupakan maksiat. Termasuk juga dalam cinta yang keliru adalah cinta kepada sesama jenis. Dan azab untuk hal ini sudah kita ketahui dari kisah Nabi Nuh Alaihissalam.
Kemudian Al-Ustadz Dzulqarnain menyebutkan sebab-sebab munculnya cinta yang salah, yaitu:
- Sebab yang pertama adalah karena dia berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Tidak memahami bahaya dari cinta-cinta yang keliru.
- Karena adanya waktu kosong yang tidak dimanfaatkan. Maka isilah waktu dengan hal-hal yang bermanfaat baik bermanfaat untuk dunia maupun untuk akhirat. Karena 'waktu' ini akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari kiamat.
- Adanya peranan media massa.
- Ikut-ikutan. Seorang Islam dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan keislamannya, maka janganlah mengikut kepada orang kafir, banggalah menjadi kaum muslimin yang telah dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Cinta yang salah bisa muncul karena menghafal sebagian kalimat-kalimat dalam novel-novel cinta, syair-syair cinta, kemudian mengulang-ulanginya. Akhirnya berbekas di dalam dirinya dan menjadikannya prinsip hidupnya. Ini adalah perkara yang tidak dibenarkan.
- Melepaskan pandangan mata (tidak menjaga pandangan). Ujian itu semakin jalannya dimudahkan, ujiannya juga semakin berat. Zaman sekarang ini sangat mudah seseorang terkena fitnah. Banyak ujian disana-sini. Fitnah terbesar adalah perempuan. Karena perempuan adalah aurat, maka syaithon akan menghias-hiasinya jika ia keluar.
- Dimudahkan banyak hal yang merusak, misalnya telfon-telfonan. Boleh menelfon, asalkan betul-betul penting dan punya tujuan yang baik. Janganlah merendah-rendahkan suara sehingga mendayu-dayu dan terdengar menggoda, karena menjadi fitnah bagi orang yang berpenyakit hatinya. Contoh lain dari jalan ini adalah melalui sms dan media sosial.
Jika seseorang telah jatuh kepada cinta yang keliru, dia akan diazab dengan azab yang pedih. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan manusia agar tidak mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang..
Kemudian Al-Ustadz juga menyebutkan cara atau kiat-kiat melepaskan diri dari cinta yang keliru, yaitu:
- Ikhlaskan niat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasa gundah gulana akan hilang jika berkhalwat dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Berdo'a dijauhkan dari maksiat dan diberikan cinta yang hakiki (baik) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Ya Allah.. Aku memohon kepadaMu kecintaanMu, dan kecintaan orang yang mencintaiMu. Dan saya memohon kepadaMu kecintaan terhadap amanah yang mendekatkanku kepada kecintaanMu.."
- Dia menundukkan pandangan. Menundukkan pandangan dapat mewariskan ketenangan di dalam hati. Beberapa manfaat dari menundukkan pandangan adalah 1) Membersihkan hati dari kepedihan dan sengsara. 2) Mewariskan cahaya di dalam hati yang berpengaruh kepada wajah dan matanya. 3) Bisa membuat firasatnya lebih tajam. Bukan berarti mengetahui ha-hal yang ghaib. Karena hal-hal yang ghaib hanya Allah saja yang mengetahuinya. 4) Membukakan untuknya pintu-pintu ilmu dan dimudahkan sebab-sebabnya. Jika seseorang tidak menjaga pandangannya, maka akan susah untuk memahami ilmu dan akan susah menghafalnya. 5) Mewariskan kekuatan, keteguhan, dan keberanian di dalam hati. 6) Memberikan kelapangan dan kesejukan hati. 7) Menahan akal (mengendalikan akal). 8) dan dapat memutuskan mabuk syahwat.
- Banyak tafakkur dan mengingat. Tafakkur akan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala dan banyak mengingat hari akhirat. Banyak memikirkan akibat jelek dari perbuatan dosa yang dilakukan. "Sekarang dia mengejar sesuatu. Sesuatu itu belum tentu ia dapatkan. Kalaupun dia dapatkan belum tentu dia akan bahagia bersamanya. Tapi dalam mendapatkannya dia sudah menempuh berbagai maksiat. Maka APA YANG HARUS DIA PERTANGGUNGJAWABKAN DI HADAPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA?". #Mari merenungi...
- Menjauh dari sesuatu yang dia cintai tersebut. Kalau dia cinta kepada seseorang, maka dia menjauhinya.
- Sibuk dengan hal-hal yang bermanfaat baginya. Jangan dia terkapar karena cinta yang keliru, karena kalau dibiarkan, bisa berbahaya. Cari dan lakukanlah aktivitas yang bermanfaat.
- Menikah! ^-^
- Mengunjungi orang-orang sakit, banyak melihat orang-orang yang meninggal, banyak melayat, dan banyak memikirkan tentang kematian.
- Menghadiri majelis-majelis ilmu, banyak mendengar dari orang-orang yang shalih, banyak membaca shirah shahabat supaya ketika dia membaca kisah orang-orang besar dia bisa termotivasi dari orang-orang besar tersebut.
- Menjaga kekhusyukan shalat. Shalat selalu on time, rajin melaksanakan shalat sunnah, karena "Innash-shalaata 'anil fahsyaa'i wal munkar".
Demikian sedikit catatan dari Tabligh Akbar kemarin. Sebenarnya masih banyak hal-hal yang disampaikan oleh Al-Ustadz. Bagi yang ingin langsung mendengarkan materinya, silahkan didownload rekamannya disini.
Subhanakallaahumma wabihamdik Asyhadu Allaa ilaaha illaa anta Astaghfiruka wa atuubu ilayk, Walhamdulillaahi rabbil 'aalamiin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar